EKOLOGI TUMBUHAN
|
|
|
EKOLOGI TUMBUHAN |
Lakukan identifikasi tumbuh tumbuhan apa saja yang terdapat di pantai
dan dapat juga yang lahan kering setelah itu pendeskripsikan manfaat apa yang
di ambil dari tumbuhan ter sebut (Nilai Ekologi,Ekonomi Dan Sosialnya).....??
Kusambi
(Schleichera oleosa) adalah nama sejenis pohon daerah kering, kerabat rambutan
dari suku
Sapindaceae. Pohon berumah dua (dioesis), kekar, sering bengkok, tinggi
mencapai 40 m dan gemang batang sampai 2 m, meskipun kebanyakan kecil dari itu. Berbanir
kecil, pepagan berwarna abu-abu. Daun-daun majemuk menyirip genap; dengan 4–8 anak daun bentuk
jorong memanjang, kadang-kadang bundar telur atau bundar telur sungsang,
4,5—18,5(—25) x 2,5—9 cm, yang ujung terbesar, gundul, seperti kertas atau
seperti jangat, yang muda berwarna jambon. Bunga-bunga terkumpul dalam malai berbentuk tandan, 6—15 cm,
berjejalan pada pangkal tunas yang muda, sering bercabang pendek. Bunga tanpa
mahkota; kelopak 4—5, menyatu pada pangkalnya, bertaju bundar telur atau
menyegitiga, 1—1,5 mm, berambut tipis di kedua sisinya, kuning hijau. Benang sari 4—9. Buah bentuk gelendong lebar atau agak bulat telur, 1,5—2,5 x
1—2 cm, dengan ujung meruncing, licin atau berduri tempel sedikit, kuning. Biji 1—2 butir, hampir bulat, lk. 12 x 10 x 8 mm, coklat,
terselubung salut
biji yang kekuningan,
tipis, asam manis.
S
Klasifikasi
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Sapindaceae
Genus: Schleichera
Spesies: Schleichera oleosa
S Asam (Tamarindus indica), termasuk ke dalam suku Fabaceae (Leguminosae). Spesies ini adalah satu-satunya anggota marga Tamarindus. Pohon asam berperawakan besar, selalu hijau (tidak mengalami masa gugur daun), tinggi sampai 30 m dan diameter batang di pangkal hingga 2 m. Kulit batang berwarna coklat keabu-abuan, kasar dan memecah, beralur-alur vertikal. Tajuknya rindang dan lebat berdaun, melebar dan membulat. Daun majemuk menyirip genap, panjang 5-13 cm, terletak berseling, dengan daun penumpu seperti pita meruncing, merah jambu keputihan. Anak daun lonjong menyempit, 8-16 pasang, masing-masing berukuran 0,5-1 × 1-3,5 cm, bertepi rata, pangkalnya miring dan membundar, ujung membundar sampai sedikit berlekuk. Bunga tersusun dalam tandan renggang, di ketiak daun atau di ujung ranting, sampai 16 cm panjangnya. Bunga kupu-kupu dengan kelopak 4 buah dan daun mahkota 5 buah, berbau harum. Mahkota kuning keputihan dengan urat-urat merah coklat, sampai 1,5 cm. Buah polong yang menggelembung, hampir silindris, bengkok atau lurus, berbiji sampai 10 butir, sering dengan penyempitan di antara dua biji, kulit buah (eksokarp) mengeras berwarna kecoklatan atau kelabu bersisik, dengan urat-urat yang mengeras dan liat serupa benang. Daging buah (mesokarp) putih kehijauan ketika muda, menjadi merah kecoklatan sampai kehitaman ketika sangat masak, asam manis dan melengket. Biji coklat kehitaman, mengkilap dan keras, agak persegi.
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
(Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super
Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas:
Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo:
Fabales
Famili: Fabaceae
(suku polong-polongan)
Genus: Tamarindus
Spesies: Tamarindus indica
S
Lamtoro adalah sejenis perdu dari suku Fabaceae
(Leguminosae, polong-polongan), yang kerap digunakan dalam penghijauan lahan
atau pencegahan erosi. Pohon atau perdu memiliki tinggi hingga 20m; meski
kebanyakan hanya sekitar 2-10 m.[10] Percabangannya rendah dan banyak, dengan pepagan
berwarna kecoklatan atau keabu-abuan, berbintil-bintil dan berlentisel.
Ranting-rantingnya berbentuk bulat torak, dengan ujung yang berambut rapat. Daunnya
majemuk dan berbentuk menyirip rangkap, siripnya berjumlah 3-10 pasang,
kebanyakan dengan kelenjar pada poros daun tepat sebelum pangkal sirip
terbawah; daun penumpu kecil, bentuk segitiga. Anak daun tiap sirip 5-20 pasang, berhadapan,
bentuk garis memanjang, 6-16(-21) mm × 1-2(-5)
mm, dengan ujung runcing dan pangkal miring (tidak sama), permukaannya berambut
halus dan tepinya berjumbai. Bunganya majemuk berupa bongkol
bertangkai panjang yang berkumpul dalam malai berisi 2-6 bongkol;
tiap-tiap bongkol tersusun dari 100-180 kuntum bunga, membentuk bola berwarna
putih atau kekuningan berdiameter 12-21 mm, di atas tangkai sepanjang 2-5 cm.[8] Bunga kecil-kecil, berbilangan-5; tabung kelopak bentuk lonceng bergigi pendek, lk 3 mm; mahkota bentuk solet, lk. 5
mm, lepas-lepas. Benangsari 10 helai, lk 1 cm, lepas-lepas. Buahnya polong
berbentuk pita lurus, pipih dan tipis, 14-26 cm × 2 cm, dengan sekat-sekat di
antara biji, hijau dan akhirnya coklat kehijauan atau coklat tua apabila kering
jika masak, memecah sendiri sepanjang kampuhnya. Buah lamtoro mengandung 15-30
biji yang terletak melintang dalam polongan, berbentuk bulat telur sungsang[10] atau bundar telur terbalik, dengan warna coklat
tua mengkilap yang berukuran 6-10 mm × 3-4,5 mm. Bijinya mirip petai, namun berukuran lebih kecil dan berpenampang lebih kecil.
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus: Leucaena
Spesies: Leucaena
leucocephala
S Mahoni termasuk pohon besar dengan tinggi pohon mencapai 35-40
m dan diameter mencapai 125 cm. Batang lurus berbentuk silindris dan
tidak berbanir. Kulit luar berwarna
cokelat kehitaman, beralur dangkal seperti sisik, sedangkan kulit batang berwarna abu-abu dan halus ketika masih muda, berubah menjadi cokelat
tua, beralur dan mengelupas setelah tua. Mahoni baru berbunga setelah berumur 7
tahun, mahkota bunganya silindris, kuning kecoklatan, benang
sari melekat pada
mahkota, kepala sari putih, kuning kecoklatan. Buahnya buah kotak, bulat telur, berlekuk lima, warnanya cokelat. Biji pipih,
warnanya hitam atau cokelat. Mahoni dapat ditemukan tumbuh liar di hutan
jati dan tempat-ternpat
lain yang dekat dengan pantai, atau ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung.
Tanaman yang asalnya dari Hindia
Barat ini, dapat tumbuh
subur bila tumbuh di pasir payau dekat dengan pantai.
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Meliaceae
Genus: Swietenia
Spesies: Swietenia mahagoni
S
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Lamiales
Famili:
Verbenaceae
Genus:
Gmelina
Spesies: Gmelina arborea
S
Palem (Arecaceae) biasanya berbentuk pohon, semak atau perdu dengan batang yang jarang
bercabang dan tumbuh tegak ke atas. Tumbuh secara berbatang tunggal (umpamanya kelapa) dan
juga ada yang berumpun (umpamanya salak).
Beberapa anggotanya setengah merambat atau memanjat (umpamanya rotan). Akarnya tumbuh dari pangkal batang, berbentuk
silinder, kurang bercabang tetapi biasanya tumbuh banyak dan masif (padat).
Akar palem biasanya menghunjam dalam ke tanah, sehingga mampu menopang batang
yang tumbuh menjulang tinggi (hingga 20m atau bahkan lebih). Batangnya
beruas-ruas dan tidak memiliki kambium
sejati. Bila diiris melintang, batangnya memperlihatkan saluran pembuluh yang
menyebar di bagian dalamnya. Daun majemuk
dan tersusun menyirip tunggal yang khas dan menjadi tanda pengenal yang paling
mudah. Pada beberapa kelompok ditumbuhi duri. Tangkai daun dilengkapi pelepah daun yang membungkus batang. Bunga tersusun dalam karangan yang bila masih muda terlindung oleh seludang bunga. Karangan bunga palem ini disebut mayang.
Tangkai mayang ini bila dilukai akan mengeluarkan cairan manis yang disebut nira.
Dalam karangan bunga ini terdapat bunga betina dan/atau bunga jantan. Jika
keduanya ditemukan bunga betina terletak di bagian lebih pangkal. Orang Jawa
menyebut bunga betina sebagai bluluk. Penyerbukan dilakukan oleh serangga
atau burung. Buahnya biasanya memiliki
kulit luar yang relatif tebal, yang menutupi bagian dalam (mesokarpium) yang
berair atau berserat. Biji dilindungi oleh lapisan buah bagian dalam (endokarpium) yang keras dan
berkayu. Pada kelapa, lapisan ini disebut sebagai batok. Serat buah
dikenal juga sebagai sabut. Di dalam batok terdapat biji yang ketika
buah masih muda relatif cair dan berangsur-angsur membentuk endapan yang
semakin lama mengeras. Endapan ini biasanya mengandung banyak lemak dan protein. Beberapa jenis masih menyisakan cairan
di dalamnya. Cairan ini dapat diminum sebagai minuman penyegar (seperti pada
kelapa dan siwalan).
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arecales
Famili: Arecaceae (suku pinang-pinangan)
Genus: Aiphanes
Spesies: Aiphanes caryotafolia
S
Famili: Auriculariaceae
Genus: Auricularia
Spesies: Auricularia polytricha
S Gewang berbatang tunggal, tinggi sekitar 15-20 m. Daun-daun besar berbentuk kipas, bulat menjari dengan diameter 2-3,5 m, terkumpul di ujung batang; bertangkai panjang hingga 7 m, lebar, beralur dalam serta berduri tempel di tepinya. Bekas-bekas pelepah daun pada batang membentuk pola spiral. Gewang hanya berbunga dan berbuah sekali, yakni di akhir masa hidupnya. Karangan bunga muncul di ujung batang (terminal), sesudah semua daunnya mati, berupa malai tinggi besar 3-5 m, dengan ratusan ribu kuntum bunga kuning kehijauan yang berbau harum. Buah bentuk bola bertangkai pendek, hijau, 2-3 cm diameternya.
KlasifikasiKingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arecales
Famili: Arecaceae (suku pinang-pinangan)
Genus: Corypha
Spesies: Corypha utan
S Gamal (Gliricidia sepium) adalah nama sejenis perdu dari kerabat polong-polongan (suku Fabaceae alias Leguminosae). Perdu atau pohon kecil, biasanya bercabang banyak, tinggi 2–15m dan gemang (besar batang) 15-30 cm. Pepagan coklat keabu-abuan hingga keputih-putihan, kadang kala beralur dalam pada batang yang tua. Menggugurkan daun di musim kemarau.Daun majemuk menyirip ganjil, panjang 15-30 cm; ketika muda dengan rambut-rambut halus seperti beledu. Anak daun 7–17 (-25) pasang yang terletak berhadapan atau hampir berhadapan, bentuk jorong atau lanset, 3-6 cm × 1.5-3 cm, dengan ujung runcing dan pangkal membulat Helaian anak daun gundul, tipis, hijau di atas dan keputih-putihan di sisi bawahnya. Karangan bunga berupa malai berisi 25-50 kuntum, 5-12 cm panjangnya. Bunga berkelopak 5, hijau terang, dengan mahkota bunga putih ungu dan 10 helai benangsari yang berwarna putih. Umumnya bunga muncul di akhir musim kemarau, tatkala pohon tak berdaun. Buah polong berbiji 3-8 butir, pipih memanjang, 10-15 cm × 1.5-2 cm, hijau kuning dan akhirnya coklat kehitaman, memecah ketika masak dan kering, melontarkan biji-bijinya hingga sejauh 25 m dari pohon induknya.
Klasifikasi
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnolipsida
Ordo : Fabales
Famili: Fabaceae/Papilionaceae
Genus: Gliricidia
Spesies: Gliricidia maculate
S Keladi merupakan sekelompok tumbuhan dari genus Caladium
(suku talas-talasan, Araceae).
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arales
Famili: Araceae (suku talas-talasan)
Genus: Caladium
Spesies: Caladium bicolor
S
Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman
liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, serta pematang sawah.Pegagan merupakan tanaman herba
tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman akan tumbuh
subur bila tanah dan lingkungannya sesuai hingga dijadikan penutup tanah. Jenis
pegagan yang banyak dijumpai adalah pegagan merah dan pegagan hijau. Pegagan
merah dikenal juga dengan antanan kebun atau antanan batu karena banyak
ditemukan di daerah bebatuan, kering dan terbuka. Pegagan merah tumbuh merambat
dengan stolon (geragih) dan tidak mempunyai batang,
tetapi mempunyai rhizoma (rimpang pendek). Sedangkan pegagan hijau
sering banyak dijumpau di daerah pesawahan dan disela-sela rumput. Tempat yang
disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembap dan terbuka atau agak
ternaungi. Selain itu, tanaman yang mirip pegagan atau antanan ada empat jenis
yaitu antanan kembang, antanan beurit, antanan gunung dan antanan air.
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Apiales
Famili: Apiaceae
Genus: Centella
Spesies: Centella asiatica
S Litsea adalah marga
tumbuhan anggota suku Lauraceae yang kebanyakan berupa pohon atau semak.
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Magnoliidae
Ordo: Laurales
Famili: Lauraceae
Genus: Litsea
Spesies: Litsea glutinosa
S
Piper sp. merupakan tanaman merambat yang bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih
berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat
keluarnya akar. Daunnya yang
tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling,
bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5
- 8 cm dan lebar 2 - 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun
pelindung ± 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar
1,5 - 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina
panjangnya sekitar 1,5 - 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima
buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat
berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat
kekuningan.
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Magnoliidae
Ordo: Piperales
Famili: Piperaceae
(suku sirih-sirihan)
Genus: Piper
Spesies: Piper betle
S Monstera sp. merupakan tumbuhan
yang ketinggiannya dapat mencapai 8-15 m. Daunnya kecil-kecil dan batangnya
bercorak putih kehitam-hitaman serta berakar tunggang. Berikut adalah gambar dari pohon Monstera
sp.
S Nangka
adalah nama sejenis pohon, sekaligus buahnya. Pohon nangka termasuk ke dalam suku Moraceae; nama ilmiahnya adalah Artocarpus
heterophyllus. Pohon nangka umumnya berukuran sedang, sampai sekitar 20
m tingginya, walaupun ada yang mencapai 30 meter. Batang bulat silindris,
sampai berdiameter sekitar 1 meter. Tajuknya padat dan lebat, melebar dan
membulat apabila di tempat terbuka. Seluruh bagian tumbuhan mengeluarkan getah putih pekat apabila dilukai. Daun tunggal, tersebar,
bertangkai 1-4 cm, helai daun agak tebal seperti kulit, kaku, bertepi rata,
bulat telur terbalik sampai jorong (memanjang), 3,5-12 × 5-25 cm, dengan
pangkal menyempit sedikit demi sedikit, dan ujung pendek runcing atau agak
runcing. Daun penumpu bulat telur lancip, panjang sampai 8 cm, mudah rontok dan
meninggalkan bekas serupa cincin. Tumbuhan nangka berumah
satu (monoecious),
perbungaan muncul pada ketiak daun pada pucuk yang pendek dan khusus, yang
tumbuh pada sisi batang atau cabang tua. Bunga jantan dalam bongkol berbentuk
gada atau gelendong, 1-3 × 3-8 cm, dengan cincin berdaging yang jelas di
pangkal bongkol, hijau tua, dengan serbuk sari kekuningan dan berbau harum
samar apabila masak. Bunga nangka disebut babal. Setelah melewati umur
masaknya, babal akan membusuk (ditumbuhi kapang) dan menghitam semasa masih di pohon, sebelum akhirnya
terjatuh. Bunga betina dalam bongkol tunggal atau berpasangan, silindris atau
lonjong, hijau tua. Buah majemuk (syncarp) berbentuk gelendong memanjang,
seringkali tidak merata, panjangnya hingga 100 cm, pada sisi luar membentuk
duri pendek lunak. 'Daging buah', yang sesungguhnya adalah perkembangan dari tenda bunga, berwarna kuning keemasan apabila masak, berbau
harum-manis yang keras, berdaging, kadang-kadang berisi cairan (nektar) yang
manis. Biji berbentuk bulat lonjong sampai jorong agak gepeng, panjang 2-4 cm,
berturut-turut tertutup oleh kulit biji yang tipis coklat seperti kulit,
endokarp yang liat keras keputihan, dan eksokarp yang lunak. Keping
bijinya tidak setangkup.
Klasifikasi
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Urticales
Famili: Moraceae (suku nangka-nangkaan)
Genus: Artocarpus
Spesies: Artocarpus heterophyllus
S
Pepaya (Carica Papaya L.). Pohon pepaya umumnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, tumbuh
hingga setinggi 5-10 m dengan daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada
batang pohon bagian atas. Daunnya
menyirip lima dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Bentuknya
dapat bercangap ataupun tidak. Pepaya kultivar biasanya bercangap dalam. Pepaya
adalah monodioecious' (berumah tunggal sekaligus berumah dua) dengan
tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai "pepaya
gantung", yang walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula
secara "partenogenesis". Buah ini mandul (tidak menghasilkan biji
subur), dan dijadikan bahan obat tradisional. Bunga pepaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai atau
duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai
panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk. Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika
muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning.
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Violales
Famili: Caricaceae
Genus: Carica
Spesies: Carica papaya L.
S Kapuk (Ceiba
pentandra) adalah pohon tropis yang tergolong ordo Malvales dan famili Malvaceae (sebelumnya dikelompokkan ke dalam famili terpisah Bombacaceae). Pohon ini tumbuh hingga setinggi 60-70 m dan dapat
memiliki batang pohon yang cukup besar hingga mencapai diameter 3 m.
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Malvales
Famili: Bombacaceae
Genus: Ceiba
Spesies: Ceiba pentandra L.
Tidak
semua tumbuhan ditemukan dalam setiap plot, namun yang paling sering ditemui
pada pengidentifikasian dalam setiap plot adalah tumbuhan palem, litsea dan
piper sp. Menunjukan bahwa keadaan tanah di sekitar mata air baumata ini sangat
cocok untuk tumbuhnya ketiga jenis tanaman ini. Khusus
untuk litsea yang adalah tanaman air sehingga ia terdapat sangat banyak di area
ini.
Dalam luas area
250 m2 ini, terdapat 642 individu dengan 18 spesies dan banyak dari
individu-individu yang ditemukan adalah masih berbentuk perdu. Masing-masing spesies mempunyai Indeks Nilai Penting
yang berbeda-beda yang menunjukan kerapatan, frekuensi dan dominansinya pada sampel
area tersebut. Oleh karena itu, Indeks Nilai Penting (INP) dihitung berdasarkan
jumlah dari Kerapatan Relatif (KR), Frekuensi Relatif (FR), dan Dominansi
Relatif (DR).
Berdasarkan
INP, INP terendah adalah Jati Putih, Mangga, Centela, Monstera sp, Nangka, dan
Pepaya, yaitu 1,86 %, sedangkan INP tertinggi adalah Litsia dan Piper sp, yaitu
88,49 %. Ini menunjukan tanaman yang paling unggul dan dapat bertahan hidup
serta yang cocok untuk area cuplikan (Area Desa Baumata sekitar mata air)
adalah Tanaman Litsia dan Tanaman Piper sp. Dapat diamati juga bahwa kedua
tanaman ini merupakan tanaman yang menjalar sehingga dengan mudahnya ia dapat
menjalar ke tempat atau tanah yang subur untuk pemenuhan nutrisinya.
Komentar
Posting Komentar